Tampilkan postingan dengan label DO'A-DOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DO'A-DOA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

DOA SAYYIDUL ISTIGHFAR





اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اِسْتَطَعْتُ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ, أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي, فَاغْفِرْ لِي; فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ


”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang boleh mengampuni segala dosa kecuali Engkau”. [HR. Al Bukhori]

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam senantiasa membaca doa ini di waktu pagi dan petang. Do'a ini memiliki keutamaan sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Fathul Baari yang ditulis oleh Imam Ibnu Hajar Al-Atsqolaniy : 

"Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum petang hari, maka dia termasuk penduduk syurga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka dia termasuk penduduk syurga."

Kamis, 31 Maret 2011

KEUTAMAAN MENYEBARKAN SALAM


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٍ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki' dari al-A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi. Sebarkanlah salam di antara kalian."

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah memberitakan kepada kami Jarir dari al-A'masy dengan sanad ini. Dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, " sebagaimana hadits Abu Mu'awiyah dan Waki'."
[H.R. Muslim]

KEUTAMAAN MENGUNJUNGI SAUDARA MUSLIM


حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam dari 'Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari. "
[H.R. Ibnu Majah]

Kamis, 03 Februari 2011

PENYEBARAN HADITS DI NEGERI SYAM

WILAYAH SYAM
    Syam memiliki cakupan wilayah yang luas, luasnya membentang dari sungai Eufrat disebelah utara hingga Al  Arsy disebelah selatan dan antara gunung Thoyi’ pada sebelah timur hingga Laut Tengah disebelah barat. Luasnya sekitar 600 km². Mencakup daerah pantai: Tripoli, Beirut, Shaida, Shur, Akka, Haifa, Ascelon, sebelah barat wilayah Tsughur.
    Kota-kota yang masuk dalam kawasan Syam diantaranya adalah Alepo, Hamas, Damaskus, Baitul Maqdis, Anthaqia, Syiria dan Bashro As Syam.

PERISTIWA PENTING DI WILAYAH SYAM
    Syam merupakan negeri yang memiliki banyak peristiwa penting dan bersejarah dalam islam, bahkan tempat- tempat bersejarah pun dapat kita temui di negeri Syam ini. Diantara peristiwa-peristiwa dan tempat bersejarah dalam islam tersebut adalah tempat kelahiran al Masih, tempat hijrah dan makam nabi Ibrahim, lokasi rumah dan sumur nabi Ayyub, letak mihrab dan pintu gerbang nabi Dawud, lokasi kota-kota dan mu’jizat nabi Sulaiman, pusara nabi Ishaq dan ibundanya, letak desa dan sungai Thalut, lokasi benteng dan pembunuhan Jalut, tempat kubah dan gerbang nabi Muhammad, mihrab Zakaria, majlis pertemuan para nabi dan lokasi makam nabi Ibrahim dan Musa.

ULAMA’-ULAMA’ YANG PERNAH SINGGAH DAN TINGGAL DI SYAM
    Syam disebut juga dengan rumah para rasul, karena di negeri inilah para nabi dan rasul berasal. Diantara nabi dan rosul yang berasal dari syam adalah Nabi Luth, Ishaq, Ya’qub, Ayyub Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Zakaria, Yahya dan Isa.
    Dari kalangan sahabat rasul sendiripun banyak yang berda’wah menyebarkan islam di negeri Syam ini. Diantara sahabat yang pernah diutus Kholifah Umar bin Khottob ke negeri Syam adalah sahabat, Muadz bin Jabal di Palestin, Ubadah Bin Shomit di Hamas dan Abu Darda’ di Damaskus. Kemudian setelah itu  Umar juga mengutus Abdurrahman bun Ghonm ke negeri Syam. Adapun sahabat yang lain yang pernah singgah di negeri ini adalah Abu Ubaidah bin Jaroh, Bilal bin Robbah, Surahbil Bin Hasanah, Kholid bin Walid, Iyadh bin Ghonm, Fadhl Bin Abbas bin Abdul Mutholib dan Irbadh bin Sariyah. Pada periode akhir masa sahabat (akhir generasi pertama) perkembangan ilmu sangat pesat, terutama di Syiria . ulama’ banyak tersebar sehingga muncullah satu daerah yang disebut dengan Dariya , di daerah ini banyak didapati ulama’ muhaditsin baik yang senior atau yang muda. Diantara ulama’ generasi kedua yang lahir di daerah ini adalah Abdurrahman bin Yazid Al Azdi Addarani yang terhitung kedalam fuqaha’ Syam.
    Dari kalangan tabiin yang tinggal dan meriwayatkan hadits di Syam adalah Salim bin Abdullah Al Maharibi sebagai Qodhi di Damaskus, Abu Idris Al Khoulani (A’id bin Abdullah) sebagai Qodhi Kholifah Muawiyah dan Yazid di damaskus, Abu Sulaiman Ad Daroni sebagai Qodhi dari Kholifah Umar bin Abdul Aziz, Zaid dan Hisyam bin Abdul Malik di Damaskus dan Umair bin Hani’ Al Unsi Ad Daroni.
    Kemudian dari kalangan generasi ketiga (tabiut tabiin) ada Abdurrahman bin Umar Al Auza’I yang dijuluki dengan Imam ahli Syam,  Umar bin Abdul Aziz dan Raja’ bin Haiwah, Buhair bin Said Al Kilai, Tsauri bin Yazid Al Kila’i, Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dan yang lainnya.
    Sedangkan Imam-Imam muhaditsin yang meriwayatkan hadits di negeri ini adalah keenam imam muhaditsin (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa;I, Ibnu Majah).


والله أعلم با الصواب

Sabtu, 22 Januari 2011

DOA MENGHADAPI MASALAH YANG SULIT



اَللّْهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلِتَهُ سَهْلَ وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذاَ شِئْتَ سَهْلا

“Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali pada sesuatu yang Engkau jadikan mudah dan sesuatu yang sulit dan menyedihkan apabila Engkau kehendaki maka Engkau jadikan mudah”